Dibalik Nama Lentera Sahabat
Kota Temanggung dalam alam maya (dunia internet) bagaikan rahasia alam yang belum terungkap. Hal demikian tidahkah begitu mengherankan karena keberadaan kota ‘Tembakau‘ Temanggung yang jauh dari pusat keramaian dan kekuasaan negeri ini, dan minimnya informasi dari Paman Google ‘Sang Maha Tahu‘ mengenai Kota Temanggung, akan kita dapati sangat kurang informasi yang bisa diberikannya.
Berangkat dari banyaknya potensi yang bisa digali, maka mendoronglah beberapa putra daerah merapatkan barisan dan bergabung dalam Komunitas ‘Bambu Runcing‘ Blogger Temanggung.
Perkembangan Informasi dan Tekhnologi menjadi bagian penting dari kebutuhan manusia, tidak hanyalah jargon kosong “Barang siapa menguasai Tekhnologi, maka dialah yang akan menjadi pemegang dominasi percaturan dunia“
Berawal dari Pendekar TidarGoes to School
Dan kami (Laskar Bambu Runcing) ingin menyebarkan dan menebarkan virus blogger sesama warga agar wong Temanggung terkena demam internet sehat dengan ngeBlog.. Dengan melihat kenyataannya masih sedikitnya jumlah blogger di Temanggung dan sekitarnya, memacu Laskar BambuRuncing untuk melebarkan jaringan silaturahminya. Kenyataan masih sedikitnya orang yang menulis tentang Temanggung jelas berkolerasi dengan minimya pertanyaan yang bisa dijawab Paman Google sebagaimana telah disinggung di muka. Dan tercetuslah program Temanggung Go Blog!!
Temanggung Go Blog merupakan gerakan untuk meningkatkan jumlah blogger di wilayah bumi Tembakau kota Temanggung. Bagaimanapun juga Blogger bisa memegang peran strategis sebagai agen penyebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Temanggung. Langkah realistis dan strategis untuk melebarkan sayap komunitas adalah dengan penyelenggarakan pelatihan Blogger.
Dunia perBloggeran yang sarat dengan dunia tulis dan menulis kiranya dapat mendorong terwujudnya budaya menulis bagi insan muda. Dengan demikian dipandang sangat strategis untuk melakukan kerjasama dengan pihak instansi pendidikan atau sekolah.
Alun-Alun Kota temanggung sebagai perlambang keluasan bagi keguyuban manusia dan sengaja dipilih sebagai tautan hati “Laskar Bambu Runcing“ Komunitas Blogger Temanggung.. Dan dibawah Patung Pak Tani kedepannya diharapkan bisa menjadi wahana bagi silaturahmi Laskar Bambu Runcing. Tidak berhenti di sana. Dibawah Patung Pak Tanimenjadi tempat berteduh, saling berbagi rasa dan asa, berdiskusi beradu opini dalam hal persoalan hidup. Dialun-alun kotalah tepatnya dibawah Patung Pak Tani bisa kita jadikan satu laboratorium kehidupan dimana berbagai dimensi imu hidup direnungi, dipelajari, dirasa, diperdalam, untuk kemudoan menjadi pengalaman kehidupan, fakultas kebenaran, jurusan kejujuran yang pada intinya sebagai sarana pengembang sifat manusiawi seorang manusia..
Kalian ingin ikut berperan dalam Program Temanggung Mendunia dan Temanggung Go Blog?? Silahkan bergabung dengan barisan kami dan datang Kopi Daratnya di Alun-alun Kota Temanggung persis dibawah Patung Pak Tani
Dibalik Nama LENTERA SAHABAT
Lentera sendiri adalah salah satu alat penerang yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia ... Dulu sebelum ada alat penerang modern berupa lampu listrik, lenteralah yang dijadikan alat penerangnya …
Kata Lentera diambil karena lebih Puitis dibanding kata lain yang mempunyai arti sama semisal Lampu, lilin, obor atau suluh. Lentera ini diharapkan mampu memberikan penerangan dan pencerahan bagi sesama komunitas penulis lepas …
Sedangkan Sahabat merupakan partner dari LENTERA yang senantiasa dan setia mengawal dan menemani dalam memberikan input berupa saran dan kritik yang bersifat membangun..
Dengan demikian, Lentera Sahabat secara harafiah bermakna memendar memancarkan cahaya, selalu menerangi kehidupan Laskar Bambu Runcing (wong Temanggung) dan diharapkan Komunitas Blogger Temanggung nantinya bisa membawa pencerahan menuju tercapainya prestasi dan potensi daerah yang dimiliki Temanggung.
Semoga kalimat itu bukanlah sekedar kalimat klise tetapi merupakan amanat yang harus kita emban bersama untuk segera diwujudkan .... SEMOGA !!!!
Logo LENTERA SAHABAT mempunyai beberapa makna, yaitu :
1) Lingkaran merupakan perwujudan sederhana dari Lentera Sahabat yang secara filosofi dapat diartikan kehendak atau tekad yang bulat dari Lentera Sahabat Komunitas ‘Perekat Komunitas Wong Temanggung’ untuk mewujudkan Visi dan Misi yang diembannya ;
2) Gambar Buku dalam Lentera Sahabat merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilan membaca ;
3) Gambar Bambu Runcing menyimbolkan semangat juang para Laskar Bambu Runcing dalam menduniakan
4) Gambar Lentera bermakna alat penerang yang berfungsi menerangi kehidupan sesama wong Temanggung ;
5) Gambar pita berwana Merah dan Putih merupakan lambang pemersatu bagi para Komunitas Lentera Sahabat ‘Komunitas Perekat wong Temanggung’ agar senantiasa kompak dalam mewujudkan Visi dan Misi yang telah ditetapkan ;
6) Pelangi bermakna memberikan warna bagi kehidupan sehingga menjadi lebih indah dan bermakna

Sejarah Temanggung selalu dikaitkan dengan raja Mataram Kuno yang bernama Rakai Pikatan. Nama Pikatan sendiri dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah yang berada pada sumber mata air di desa Mudal Kecamatan Temanggung. Disini terdapat peninggalan berupa reruntuhan batu-bebatuan kuno yang diyakini petilasan raja Rakai Pikatan. Sejarah Temanggung mulai tercatat pada Prasasti Wanua Tengah III Tahun 908 Masehi yang ditemukan penduduk dusun Dunglo Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Temanggung pada bulan November 1983. Prasasti itu menggambarkan bahwa Temanggung semula berupa wilayah kademangan yang gemah ripah loh jinawi dimana salah satu wilayahnya yaitu Pikatan. Disini didirikan Bihara agama Hindu oleh adik raja Mataram Kuno Rahyangta I Hara, sedang rajanya adalah Rahyangta Rimdang (Raja Sanjaya) yang naik tahta pada tahun 717 M (Prasasti Mantyasih). Oleh pewaris tahta yaitu Rake Panangkaran yang naik tahta pada tanggal 27 November 746 M, Bihara Pikatan memperoleh bengkok di Sawah Sima. Jika dikaitkan dengan prasasti Gondosuli ada gambaran jelas bahwa dari Kecamatan Temanggung memanjang ke barat sampai kecamatan Bulu dan seterusnya adalah adalah wilayah yang subur dan tenteram (ditandai tempat Bihara Pikatan).
Pengganti raja Sanjaya adalah Rakai Panangkaran yang naik tahta pada tanggal 27 November 746 M dan bertahta selama kurang lebih 38 tahun. Dalam legenda Angling Dharma, keratin diperkirakan berada di daerah Kedu (Desa Bojonegoro). Di desa ini ditemukan peninggalan berupa reruntuhan. Di wilayah Kedu juga ditemukan desa Kademangan. Pengganti Rakai Panangkaran adalah Rakai Panunggalan yang naik tahta pada tanggal 1 april 784 dan berakhir pada tanggal 28 Maret 803. Rakai Panunggalan bertahta di Panaraban yang sekarang merupakan wilayah Parakan . Disini ditemukan juga kademangan dan abu jenasah di Pakurejo daerah Bulu. Selanjutnya Rakai Panunggalan digantikan oleh Rakai Warak yang diperkirakan tinggal di Tembarak. Disini ditemukan reruntuhan di sekitar Masjid Menggoro dan reruntuhan Candi dan juga terdapat Desa Kademangan. Pengganti Rakai warak adalah Rakai Garung yang bertahta pada tanggal 24 januari 828 sampai dengan 22 Pebruari 847. Raja ini ahli dalam bangunan candid an ilmu falak (perbintangan). Dia membuat pranata mangsa yang sampai sekarang masih digunakan. Karena kepandaiannya sehingga Raja Sriwijaya ingin menggunakannya untuk membuat candi. Namun Rakai Garung tidak mau walau diancam. Kemudian Rakai Garung diganti Rakai Pikatan yang bermukim di Temanggung. Disini ditemukan Prasasti Tlasri dan Wanua Tengah III. Disamping itu banyak reruntuhan benda kuno seperti Lumpang Joni dan arca-arca yang tersebar di daerah Temanggung. Disini pun terdapat desa Demangan.
